Materi Matlab

 PENGENALAN MATLAB
1 .MATLAB
Matlab merupakan bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi dalam bidang komputasi. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman. Oleh karenanya, matlab banyak digunakan dalam bidang riset‐riset yang memerlukan komputasi numerik yang kompleks. Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang:
.                      Matematika dan Komputasi
.                      Pembentukan Algorithm
.                      Akusisi Data
.                      Pemodelan, simulasi, dan pembuatan prototype
.                      Analisa data, explorasi, dan visualisasi
.                      Grafik Keilmuan dan bidang Rekayasa

Matlab merupakan kepanjangan dari Matrix Laboratory. Sesuai dengan namanya, struktur data yang terdapat dalam Matlab menggunakan matriks atau array berdimensi dua (double). Oleh karenanya penguasaan teori matriks mutlak diperlukan bagi pengguna pemula Matlab agar mudah dalam mempelajari dan memahami operasi‐operasi yang ada di Matlab.

Kita dapat belajar Matlab melalui berbagai macam cara seperti dari buku maupun internet. Banyak situs di internet yang menyediakan tutorial tentang matlab.

Software-Software yang Gunakan untuk Pekerjaan Engineering
Pekerjaan utama yang membedakan profesi engineer dengan profesi lainnya adalah pekerjaan perancangan (design). Jaman dahulu pekerjaan perancangan seperti menyiapkan gambar-gambar teknik harus memakan waktu yang cukup lama.
Gambar teknik biasanya diawali dengan pembuatan sketsa kemudian dianalisis dengan mempertimbangkan fungsi, kekuatan elemen, bahan yang digunakan, dimensi, dan lain-lain. Kemudian sketsa disempurnakan menjadi gambar rancangan.
Oleh perancang sendiri atau dibantu juru gambar (drafter), gambar rancangan dibuat menjadi gambar kerja agar bersifat mudah dibaca oleh pengguna gambar.
Proses pembuatan gambar kerja dilakukan secara manual menggunakan pensil yang selanjutnya digambar ulang dengan tinta agar permanen, tahan lama, dan mudah direproduksi. Jadi bisa anda bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk rangkaian pekerjaan tersebut, apalagi jika si drafter  menemui banyak kesalahan.
Namun sekarang ini dengan tersedianya softwaresoftware untuk engineer, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam hitungan jam atau bahkan menit.
            Oleh karena itu, engineer jaman sekarang tidak hanya dituntut kuat dalam
berhitung dan menganalisis, tapi juga mengetahui dan menguasai softwaresoftware 
untuk pekerjaannya. Di bawah ini, saya membuat daftar softwaresoftware yang sering saya gunakan untuk pekerjaan engineer di sebuah manufaktur alat-alat dan mesin-mesin pertanian.

1 SolidWorks.

SolidWorks adalah software CAD 3D untuk mechanical design yang dikembangkan oleh SolidWorks Corporation yang sekarang sudah diakuisisi oleh Dassault Systèmes, S. A. Saya mempelajari software ini sekitar empat bulan yang lalu berdasarkan tutorial yang dibagikan Yadi Setiadi (baca: Solidworks Tutorial), kesimpulannya sangat mudah dan sekarang saya sudah bisa menggunakannya🙂 meskipun masih pada tahap pemula.

SolidWorks biasanya saya gunakan untuk menggambar sebuah part yang sulit dikomunikasikan dengan customer jika digambarkan dalam bentuk 2D. Terkadang juga saya menjumpai beberapa part yang lebih mudah dan cepat digambarkan dalam model 3D (menggunakan SolidWorks), kemudian dari model 3D tersebut saya bisa secara instant menciptakan gambar proyeksi ortogonal 2D (dalam standar perusahaan saya menggunakan proyeksi kuadran III/ proyeksi Amerika).

2 Adobe Illustrator.

Adobe Illustrator merupakan software grafis berbasis vektor yang dikembangkan oleh Adobe Systems. Software sejenis lain yang mungkin anda gunakan adalah CorelDRAW, Xara Designer Pro, dan Macromedia FreeHand. Versi yang saya gunakan saat ini adalah Adobe Illustrator Creative Suite 3 (Adobe Illustrator CS3). Saya menggunakan Adobe Illustrator untuk keperluan desain label (stiker),name plate mesin, boks kemasan produk, desain industri, dan buku petunjuk penggunaan (owner’s instruction manual & illustrated part lists).

3 AutoCAD.

AutoCAD adalah sebuah aplikasi software CAD (computer aided design) dan drafting untuk menggambar model 2D dan 3D yang dikembangkan oleh Autodesk. AutoCAD sepertinya sudah menjadi software wajib bagi engineer di semua profesi engineer, seperti mechanical, architectural, civil, electrical, electronic, danaeronautical. Saya sendiri dari industrial engineering (teknik industri) sudah membutuhkan software ini ketika masih kuliah, yaitu untuk membuat gambar partproduk untuk kelengkapan data tugas praktikum dan Tugas Akhir.

Saat ini, saya menggunakan AutoCAD untuk menyiapkan gambar-gambar yang berhubungan dengan detail perakitan dari berbagai macam jenis produk, termasuk jig, fixture, dan tools lain yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksinya. Ketika masih bekerja di manufaktur sepatu, saya juga sering membutuhkan AutoCAD untuk mengatur perubahan tata letak lini produksi dan  mesin-mesin akibat adanya pergantian model sepatu.

Versi AutoCAD yang pernah saya gunakan antara lain: AutoCAD R14 dan AutoCAD 2000 saat masih di sekolah kejuruan (STM), AutoCAD 2004 dan AutoCAD 2005 ketika masih kuliah, dan sekarang AutoCAD 2010 di kantor dan AutoCAD 2013 di rumah. Dari sekian banyak versi AutoCAD yang pernah saya coba, saya tidak merasakan ada perbedaan mendasar terkecuali pada tampilan dan fitur visualisasinya saja.

 

4 Adobe Photoshop.

Adobe Photoshop adalah software editor grafis buatan Adobe Systems yang khusus untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Biasanya software ini saya gunakan untuk memberikan efek pada sebuah foto produk/part dan menyeleksi objek produk agar terpisah dari background-nya untuk tujuan presentasi laporan maupun kemudahan tracing pada Adobe Illustrator. Menu dan tools yang sering saya gunakan adalah:

  • Auto Tone, berfungsi memperbaiki tonal warna secara otomatis pada gambar atau foto.
  • Auto Contrast, berfungsi menajamkan kontras warna secara otomatis pada gambar atau foto.
  • Auto Color, berfungsi mengoreksi warna secara otomatis pada gambar atau foto.
  • Crop Tool , berfungsi memotong gambar atau foto secara permanen dengan area potong berbentuk kotak sehingga mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto.
  • Magnetic Lasso Tool, berfungsi menyeleksi objek produk pada foto, cara kerjanya tempelkan tool ini pada tepi objek yang akan dipotong kemudian gerakan mouse mengelilingi tepian objek sehingga terbentuk titik-titik penghubung seleksi. Seleksi itu kemudian dibalik (klik kanan dan klikSelect Inverse) untuk menghapus background.

5 Microsoft Visio.

Microsoft Visio adalah sebuah software yang menggunakan grafik vektor untuk membuat diagram-diagram dan skema-skema yang dibuat oleh  Visio Corporation kemudian diakusisisi oleh Microsoft Corporation pada tahun 2000. Visio paling sering saya gunakan ketika membuat operation process chart (OPC). Visio juga dapat digunakan untuk  tata letak pabrik, Gantt chart, value stream mapping (VSM), bahkan gambar part dan assembling produk.

6 Microsoft Excel.

Microsoft Excel adalah software yang dibuat oleh Microsoft Corporation untuk mengolah data secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan grafik, dan manajemen data. Hampir semua pekerja kantor saat ini menggunakan Microsoft Excel (atau alternatifnya seperti OpenOffice Calc). Saat bekerja di manufaktur sepatu saya banyak membuat kombinasi-kombinasi formula Excel untuk mendapatkan kesimpulan planning dari sekian banyak data angka yang di-entry, tapi saat ini Excel hanya saya gunakan untuk mengetik laporan-laporan trial, membuat intruksi  kerja (work instruction), dan pekerjaan-pekerjaan mengetik lainnya yang sebetulnya lebih tepat dikerjakan dengan aplikasi Microsoft Word😀.

 

Sumber : https://eriskusnadi.wordpress.com/2012/09/15/software-software-untuk-pekerjaan-engineering/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

kode etik

Kode Etik Insinyur Indonesia dan Organisasi PII

 

Kode Etik Insinyur Indonesia dan Organisasi PII

Etik atau etika mempunyai pengertian sebagai baku perilaku yang diterima secara bersama sekelompok orang “peer” dalam organisasi (profesi) tertentu. Pelanggaran terhadap etika berakibat di keluarkannya pelanggar dari organisasi. Etika tidak mudah diubah dan dirancang untuk jangka panjang. Sebagai engineer, kode etik ditetapkan oleh sebuah organisasi profesi yang terdiri atas sekumpulan engineer. Organisasi profesi biasanya mewakili suatu regional tertentu, seperti organisasi profesi se-Indonesia, organisasi profesi se-Asia-Pasifik, dan sebagainya. Organisasi profesi electrical engineering yang sudah umum di dunia adalah Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Organisasi engineer di Indonesia bernama Persatuan Insinyur Indonesia (PII). PII berdiri pada tanggal 23 Mei 1952 di Bandung. PII didirikan oleh Ir. Djuanda Kartawidjaja dan Dr. Rooseno Soeryohadikoesoemo. PII memiliki jumlah anggota sekitar dua puluh ribu insinyur. Sebagai organisasi engineer di Indonesia, PII memiliki kode etik yang bernama Kode Etik Insinyur Indonesia “Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia”. Isi dari “Catur Karsa Sapta Dharma Insinyur Indonesia” adalah :

  1. Prinsip-prinsip Dasar :
  2. Mengutamakan keluhuran budi.
  3. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  4. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  5. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
  1. Tujuh Tuntutan Sikap :
  2. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
  3. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
  4. Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
  5. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  6. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
  7. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
  8. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

Organisasi Dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII) :

  1. Dewan Penasehat.
  2. Dewan Insinyur.
  3. Pengurus Pusat.
  4. Majelis Kehormatan Insinyur.
  5. Dewan Pakar.
  6. Badan Pengkajian.
  7. BK dan atau BKT.
  8. Pengurus Wilayah.
  9. Pengurus Cabang.
  10. Badan Usaha dan Yayasan.
  11. Forum Anggota Muda (FAM-PII).

Struktur Organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) BKM Masa Bakti 2014-2017

Sumber :

http://siezwoyouye.blogspot.co.id/2014/11/kode-etik-profesionalisme-dan-kode-etik.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Standar teknik

Standar Teknik

Standar Teknik

Pengertian standar teknik?

Standard Teknik adalah serangkaian eksplisit syarat yang harus dilengkapi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal melengkapi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku, kemungkinan akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu perusahaan, badan pengawas, militer, dll: ini biasanya di bawah payung suatu sistem manajemen mutu . juga dapat dikembangkan dengan standar organisasi yang memiliki lebih beragam input dan biasanya dikembangkan dengan sukarela standar : ini bisa menjadi wajib jika diadopsi oleh suatu pemerintahan,kontrakbisnis,dll.Istilah standard teknik yang digunakan sehubungan dengan lembar data (atau lembar spec). Sebuah lembar data biasanya digunakan untuk komunikasi teknis untuk menggambarkan karakteristik teknis dari suatu item atau produk. Hal ini dapat diterbitkan oleh produsen untuk membantu orang memilih produk atau untuk membantu menggunakan produk.

Macam-macam standar teknik

Ø  ANSI ( American National Standard Institute )

Sebagai suara standar AS dan sistem penilaian kesesuaian, American National Standards Institute (ANSI) memberdayakan anggotanya dan konstituen untuk memperkuat posisi pasar AS dalam ekonomi global sambil membantu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan konsumen dan perlindungan dari lingkungan. Ada banyak peralatan proteksi yang ada pada bay penghantar maupun bay trafo. Masing -masing peralatan proteksi tersebut dalam rangkaian satu garis digambarkan dalam bentuk lambang / kode.  Berikut adalah Kode dan lambang rele Proteksi berdasarkan standar ANSI C37-2 dan IEC 60617.

Ø  ASME ( American Society of Mechanical Engineer )

Memiliki satu standar global menjadi semakin penting sebagai perusahaan
menggabungkan melintasi batas internasional, dibantu oleh perjanjian perdagangan regional seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan yang ditetapkan
oleh UniEropa (UE),yang telah memfasilitasi merger internasional melalui penurunan tarif pada impor.Perusahaan yang terlibat dalam konsolidasi ini digunakan untuk menjual hanya satu pasar,sekarang menemukan diri mereka jual ke pasar global .
Di bawah ini adalah Overview dari Code dan Standard ASME yang biasa di pakai oleh para Engineer untuk mendesign di pabrik baik itu oil & gas atau pulp & paper atau chemical plant atau apalah yang menggunakan code dan Standard ASME.
ASME / ANSI B16 – Standar Pipes and Fittings yang ASME B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan besi tempa The ASME – American Society of Mechanical Engineers – ASME / ANSI B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan baja tempa. ASME / ANSI B16.1 – 1998 – Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens  Standar ini untuk Kelas 25, 125, dan 250 Cast Iron Pipe Fittings flensa dan flens meliputi:
(a) tekanan-suhu peringkat,
(b) ukuran dan metode mengurangi bukaan menunjuk fitting,
(c) tanda,
(d) persyaratan minimum untuk bahan,
(e) dimensi dan toleransi,

Ø  JIS (JAPANESE INDUSTRIAL STANDARD)

Standar Industri Jepang (JIS) menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasidikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan melaluiAsosiasi Standar Jepang. Di era Meiji, perusahaan swasta bertanggung jawab untuk membuat standar meskipun pemerintah Jepang tidak memiliki standar dan dokumen spesifikasiuntuk tujuan pengadaan untuk artikel tertentu, seperti amunisi. Ini diringkas untuk membentuk standar resmi (JES lama) pada tahun 1921.Selama Perang Dunia II, standar disederhanakan didirikan untuk meningkatkan produksi materiil. Orang Jepang ini Standards Association didirikan setelah kekalahan Jepangdalam Perang Dunia II pada 1945. Para Industri Jepang Komite Standarperaturan yang diundangkan pada tahun 1946, standar Jepang (JES baru) dibentuk. Hukum Standardisasi Industri disahkan pada 1949, yang membentuk landasanhukum bagi Standar hadir Industri Jepang (JIS).
Hukum Standardisasi Industri direvisi pada tahun 2004 dan “JIS tanda” (produksistem sertifikasi) diubah; sejak 1 Oktober 2005, baru JIS tanda telah diterapkanpada sertifikasi ulang. Penggunaan tanda tua diizinkan selama masa transisi tiga tahun (sampai 30 September 2008), dan setiap produsen mendapatkansertifikasi baru atau memperbaharui bawah persetujuan otoritas telah mampuuntuk menggunakan merek JIS baru. Oleh karena itu semua JIS-bersertifikatproduk Jepang telah memiliki JIS tanda baru sejak 1 Oktober 2008.

Ø  SNI (STANDAR NASIONAL INDONESIA)

Salah satu contoh standart teknik adalah SNI ( Standart Nasional Indonesia ). SNI adalah satu – satunya standart yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi standart SNI ini. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:

  1. Openess: Terbuka agar semua stakeholder dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
  2. Transparency:agar stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya.
  3. Consensus and impartiality: agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
  4. Effectiveness and relevance:memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. Coherence:Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional.
  6. Development dimension(berdimensi pembangunan): agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN yaitu untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan di bidang standardisasi secara nasional menjadi tanggung jawab Badan Standardisasi Nasional (BSN). Contoh Standart Nasional Indonesia yang telah diterapkan di Indonesia salah satunya adalah tentang penggunaan Informasi dan Dokumentasi – Internasional Standard Serial Number (ISSN). SNI ini merupakan adopsi identic dari ISO 3297:2007, ini dirumuskan oleh Panitia Teknis 01-03, Informasi dan Dokumentasi, dan telah dibahas dirapat konsensus pada 21 November 2007 di Jakarta. Rapat dihadiri oleh wakil dari produsen, kelompok pakar, himpunan profesi, dan instansi terkait lainnya.

Kebutuhan kode pengenal ringkas dan unik sudah menjadi kebutuhan bagi semua pihak, pertukaran informasi yang baik diantara perpustakaan, produsen abstrak, dan pengguna data, maupun diantara pemasok, distributor dan perantara lainnya menyebabkan terciptanya kode standart. Standart nasional ini menjelaskan dan memasyarakatkan penggunaan kode stansart (ISSN) sebagai identifikasi unik untuk terbitan berseri dan sumber daya berlanjut lainnya. ISSN adalah nomor denan 8 digit, termasuk digit cek, dan diketahui oleh ISSN yang diberikan kepada sumberdaya berlanjut oleh jaringan ISSN.

Ø  ASTM (American Society for Testing and Materials)
ASTM International, sebelumnya dikenal sebagai American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM), adalah pemimpin global yang diakui dalam pengembangan dan pengiriman standar internasional konsensus sukarela. Hari ini, sekitar 12.000 ASTM standar yang digunakan di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas produk, meningkatkan keamanan, memfasilitasi akses pasar dan perdagangan, dan membangun kepercayaan konsumen.
ASTM kepemimpinan dalam pembangunan standar internasional didorong oleh kontribusi dari anggotanya: lebih dari 30.000 pakar top dunia teknis dan profesional bisnis yang mewakili 135 negara. Bekerja dalam suatu proses terbuka dan transparan dan menggunakan infrastruktur canggih elektronik ASTM, anggota ASTM memberikan metode pengujian, spesifikasi, panduan, dan praktek-praktek yang mendukung industri dan pemerintah di seluruh dunia.
TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun.
Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik.
TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur. Organisasi internal meliputi berbagai subdivisi berkomitmen untuk memecahkan masalah teknis dan meningkatkan kinerja peralatan. Upaya teknis koperasi menciptakan jaringan yang luas untuk pemecahan masalah, menambah nilai dari desain untuk fabrikasi.
Apakah memiliki penukar panas yang dirancang, dibuat atau diperbaiki, Anda dapat mengandalkan pada anggota TEMA untuk memberikan desain, terbaru efisien dan solusi manufaktur. TEMA adalah cara berpikir – anggota tidak hanya meneliti teknologi terbaru, mereka menciptakan itu.
Selama lebih dari setengah abad tujuan utama kami adalah untuk terus mencari inovasi pendekatan untuk aplikasi penukar panas. Akibatnya, anggota TEMA memiliki kemampuan yang unik untuk memahami dan mengantisipasi kebutuhan teknis dan praktis pasar saat ini.

Ø  DIN ( Deutsches Institut fur Normung )
DIN, Institut Jerman untuk Standardisasi, menawarkan stakeholder platform untuk pengembangan standar sebagai layanan untuk industri, negara dan masyarakat secara keseluruhan. Sebuah organisasi nirlaba terdaftar, DIN telah berbasis di Berlin sejak tahun 1917. DIN tugas utama adalah untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan standar berbasis konsensus yang memenuhi persyaratan pasar. Beberapa 26.000 pakar menyumbangkan keahlian dan pengalaman mereka dengan perjanjian process.By standardisasi dengan Pemerintah Federal Jerman, DIN adalah standar nasional diakui tubuh yang mewakili kepentingan Jerman dalam organisasi standar Eropa dan internasional. Sembilan puluh persen dari standar kerja sekarang dilakukan oleh DIN bersifat internasional di alam.

Ø  ASTM (American Standard Testing and Material)

ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat.
ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri. Contoh Standar di atas sangat membantu dalam proses produksi. misalnya dapat mempredisikan tingkat keamanan bahan ataupun ketersediaan bahan di pasaran.

Ø  API ( American Petroleum Institute )

API adalah standard yang dibikin oleh American Petroleum Institute untuk memberikan ranking bagi viskositas dan kandungan oli yang berlaku. Ijin oli dari berbagai perusahaan yang berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard bobot viskositas. Juga ijin oli dari berbagai perusahaan berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard formulasi isi kandungan oli ( terutama untuk meyakinkan isi kandungan oli sesuai dengan aturan system control polusi yang dikeluarkan pemerintah, seperti katalitik converter, tetapi standard ini lebih mengacu pada oli untuk mesin mobil daripada untuk mesin motor. Standar API dipengaruhi oleh mandat pemerintah ( seperti control terhadap polusi ), jadi oli yang memenuhi standard rating lebih baru/tinggi bukan berarti performanya lebih baik ( atau bahkan sama ) dengan oli dengan rating yang lebih tua, ini bergantung pada tipe mesin motor anda. Standar API dibuat untuk mesin mobil, bukan mesin motor. yang ini udah usang, juarang banged ada lagi di pasaran. Sebaiknya Jangan digunakan untuk sepeda motor. Secara teknik usang, tetapi masih banyak digunakan untuk oli sepeda motor. Termasuk atria  motor semplakan dan kesayangan kita semua. Masih banyak oli sepeda motor yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam ranking SF/SG (seperti yang ditawarkan Castrol, Mobil, Top one, dll ) dan banyak juga sepeda motor yang menggunakan spesifikasi oli ranking ini, seperti Yamaha Vega (Yamalube 4 API Service SF, SAE20w-40).

Ø  ISO ( International Standard Organitation )

Organisasi Internasional untuk Standardisasi (bahasa Inggris: International Organization for Standardization disingkat ISO atau Iso) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi. Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).

Meski ISO adalah organisasi non pemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.

Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:

  • Meningkatkan citra perusahaan
  • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
  • Meningkatkan efisiensi kegiatan
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
  • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
  • Mengurangi risiko usaha
  • Meningkatkan daya saing
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal.

Ø  NEN (Nederlands Norm).

NEN adalah singkatan dari  NEderlandse  Norm, dan sejak 8 Mei 2000 nama kemitraan yang erat dari Belanda itu berubah menjadi Institut Standarisasi dan NEC (yang mengkhususkan diri dalam standarisasi teknik elektro dan ICT). Kedua organisasi yang bekerja digabungkan dari satu tempat penampungan ke Delft, meskipun  masing-masing masih dengan papan sendiri. NEN memandu pengembangan standar. Dan merangsang Standar aturan yang memasarkan produk satu sama lain tentang kualitas dan keamanan produk mereka, layanan dan proses. Sebagai NEN pihak netral mengidentifikasi yang memerlukan standar dan membawa para pemangku kepentingan organisasi bersama-sama untuk membiayai ini dan mengembangkan standar. NEN juga mengelola dan menerbitkan standar yang berlaku Belanda di berbagai bidang. Ada lebih dari 1500 standar tertentu di Belanda, dan ada lebih banyak lagi yang berlaku di Belanda, karena mereka berasal dari Eropa ( NEN – EN Eurocodes ), atau berlaku secara global (ISO). Sebenarnya, hampir semua yang tersedia memiliki standar, dari peralatan untuk perlindungan data pribadi, metode pemeriksaan, ukuran kertas sampai dengan ketahanan api bahan bangunan dan penomoran minggu, dan disebut standar ISO 9000 dan BS 1010.

Ø  BSI

standar adalah Inggris Badan Standar Nasional (NSB) mewakili kepentingan Inggris dalam bidang ekonomi dan sosial di semua organisasi nasional Eropa

Ø  DIN (Deutsches Institut fur Normung)

merupakan Institut jerman untuk Standardisasi, menawarkan pengembangan layanan untuk industri, negara dan masyarakat keseluruhan.

sumber:

http://andriblogg99.blogspot.co.id/p/standar-standar-teknik.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tugas Sofskil metodologi penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Pengertian Metodologi

 “Metodologi berasal dari bahasa Yunani “metodos” dan “logos” terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. ”Logos” artinya ilmu(mbojo:2012)”.

 Metodologi adalah sebuah ilmu atau cara yang digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran menggunakan sistem penelurusan dengan cara – cara tertentu untuk menemukan kebenaran yang tergantung dari sebuah  kajian yang realitas(Mageia:2012).

“Metodologi adalah ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya”(Hadi, dkk.1998:11)”.

 

 

  1. Pengertian Penelitian

Penelitian adalah proses pengumpulan data dan menganalisis data atau informasi secara sistematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang sah dan mutlak (Anggoro, 2008:1.1).

“Penelitian adalah suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan hati – hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”(Hillway dalam Hadi dkk,1998:9)”.

 penelitian merupakan suatu penyelidikan yang tersusun atau sistematis untuk meningkatkan pengetahuan kita, juga merupakan suatu usaha yang tersusun

 yang sistematis dan terorganisir untuk menyelidiki suatu masalah yang mempunyai jawaban(Mbojo:2012).

 Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu suasana dalam belajar dan sebuah proses pembelajaran agar siswa atau peserta didik dapat secara aktif  mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya untuk dapat memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan juga masyarakat(wikipedia:2012).

   

  1. Metodologi Penelitian Pendidikan

 Metodologi penelitian adalah sebuah kumpulan dari beberapa metode – metode ataupun beberapa cara – cara tertentu yang dapat diterima oleh akal sehat untuk menemukan atau mencari sesuatu kembali(Prima:2010).Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan – peraturan, suatu prosedur, yang biasanya digunakan oleh seorang pelaku disiplin ilmu(wikipedia:2012).

Metodologi penelitian suatu sistem atau sebuah cara yang diperoleh untuk memperoleh suatu informasi/bahan materi suatu pengetahuan ilmiah dengan tujuan untuk menemukan hal – hal atau prinsip – prinsip yang bisa dikatakan baru atau cara memecahkan masalah(Kountur.2007:105). Penelitian pendidikan merupakan suatu proses atau cara yang terdiri atas beberapa tahap – tahap atau langkah(Educationesia:2012). Pendidikan merupakan suatu penyelidikan yang tersusun secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan seseorang juga merupakan suatu usaha yang sitematis dan terorganisir untuk menyelidiki sebuah masalah tertentu untuk memperoleh sebuah jawaban yang kongkrit(mbojo:2012).

 

  1. Jenis – Jenis Penelitian Pendidikan

 Dalam melakukan penelitian, orang dapat menggunakan berbagai macam metodologi. Keputusan mengenai metodologi yang akan dipakai akan tergantung kepada tujuan, pendekatan, bidang ilmu, sifat, tempat, sifat masalah yang digarap dan alternatif yang mungkin digunakan. Berikut ini adalah pembahasan jenis penelitian menurut masalahnya:

  1. Penelitian Historis

Penelitian historis adalah membuat suatu rekonstruksi masa lalu/lampau secara sistematis dan juga objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensistensikan bukti – bukti untuk menegakkan sesuatu yang benar/fakta(4skripsi:2010). Data – data yang dikumpulkan biasanya merupakan hasil dari pengamatan seseorang, misalnya dari sebuah surat atau dokumen – dokumen yang berhubungan dengan data(Hadi dkk:1998:50)

  1. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah membuat pencandraan secara tersusun ataupun sistematis, faktual dan juga akurat mengenaisuatu fakta dan sifat dari suatu populasi(4skripsi:2010). 

  1. Penelitian Perkembangan

Penelitian perkembangan adalah penelitian untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan perubahan sebagai sebuah fungsi dari waktu(4skripsi:2010). 

  1. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan

Penelitian Kasus dan Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan di masa ini dan hubungan atau interaksi lingkungan sesuatu unit sosial(4skripsi:2010). Penelitian kasus memusatkan pemikiran pada kasus secara intensif dan juga sangat terperinci mengenai masalah latar belakang keadaan sekarang/saat ini(Hadi dkk,1998:51). 

  1. Penelitian Korelasi

Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi sampai sejauh mana variasi pada suatu faktor yang berkaitan dengan variasi pada satu atau mungkin juga lebih dari satu faktor lain didasarkan pada koefisien korelasi(4skripsi:2010). Penelitian korelasional menggambarkan suatu pendekatan yang bersifat umum untuk suatu penelitian yang hanya berfokus pada penaksiran pada kovariasi diantara beberapa variabel yang muncul secara sendirinya(Emzir,2012:37). 

  1. Penelitian Kausal Komparatif

Penelitian Kausal Komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan berdasarkan atas pengamatan

terhadap langsung terhadap akibat yang ada, menemukan kembali faktor yang menjadi penyebabnya melalui data – data tertentu(4skripsi:2010). Penyelidikan kausal komparatif adalah peneyelidikan empiris yang tersusus secara sistematis dimana ilmuwan tidak dapat mengendalikan variable bebas secara langsung karena variable tersebut sudah pernah terjadi(Emzir,2012:119). 

  1. Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental adalah penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki adanya kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara mengenalkan satu atau lebih kelompok ekperimental, satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yang tidak dapat dikenai kondisi perlakuan(4skripsi:2010). 

  1. Penelitian Eksperimental semu

Penelitian Eksperimental adalah penelitian yang dilakukan untuk menemukan atau memperoleh suatu informasi yang merupakan bagian informasi yang diperoleh dari penelitian atau eksperimen yang sesungguhnya dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan mengubah semua variable yang relevan(4skripsi:2010).

 

  1. Penelitian Tindakan

Penelitian tindakan adalah penelitian yang dilakukan untuk menngembangkan suatu keterampilan yang baru atau pendekatan baru untuk memecahkan sebuah masalah dengan menerapkannya langsung pada dunia kerja saat ini(4skripsi:2010). Penelitian tindakan adalah penelitian yang bertujuan untuk menciptakan keterampilan yang brau untuk mengatasi kebutuhan yang ada dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis yang lain(Hadi dkk,1998:53).

 

 

Tahap- Tahap Proses Penelitian

 

  1. Mengidentifikasi Masalah

Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.

  1. Membuat Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif.

  1. Studi Literature

Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

  1. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel

Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.

  1. Membuat Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

  1. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel

Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.

  1. Menyusun Desain Penelitian

Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.

  1. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran

Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.

  1. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.

  1. Melakukan Analisa Statistik

Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.

  1. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data

Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.

  1. Menulis Laporan Hasil Penelitian

Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

tugas sofskil etika profesi engineering

PENGERTIAN ETIKA PROFESI PADA BIDANG TEKNIK MESIN.

  1. Pengertian Etika.

Etika adalah sesuatu filsafat yang mempelajari nilai dan kualitas yang mencakup standar dan penilaian moral. Etika analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy). Etika diasumsikan bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat serta komentar. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

  1. Definisi Etika Menurut Bertens

Nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

  1. Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
  2. Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia.
  3. Macam-macam Etika

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

  1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

  1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
  2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

  1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  2. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Sikap terhadap sesame
  2. Etika keluarga
  3. Etika profesi
  4. Etika politik
  5. Etika lingkungan
  6. Etika idiologi
  7. Manfaat Etika

Beberapa manfaat Etika adalah sebagai berikut ,

  1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral dan Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah.

2.Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat dan Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai.

 

PROFESI

Pengertian Profesi

Profesi sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια“, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus  dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

  1. Karakteristik Profesi

Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis : Professional dapat diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.

  1. Ciri – Ciri Profesi

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :

Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

PROFESIONALISME

  1. Pengertian Professional / Professionalisme

Adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.  Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang – senang atau untuk mengisi waktu luang.

  1. Ciri – Ciri Profesionalisme

Kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata – rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu. Standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

  1. Perbedaan Profesi & Profesional :

Profesi :

  1. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
  2. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
  3. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
  4. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

Profesional :

Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.

Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.

Hidup dari situ.

Bangga akan pekerjaannya.

  1. Kode Etik Profesi / Profesionalisme

Adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tujuan Kode Etik :

Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

Untuk meningkatkan mutu profesi.

Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Menentukan baku standarnya sendiri.

 

Pengertian Etika Profesi

Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Prinsip Etika Profesi :

Ø  Tanggung Jawab Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya serta dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

Ø  Keadilan

Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

Ø  Otonomi

Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Etika profesi yang harus dimiliki oleh seorang engineer antara lain:

  1. Mengetahui seluk beluk permesinan
  2. Mampu menjalin hubungan kerja yang harmonis dengan rekan kerja yang lain
  3. Selalu memperhatikan keselamatan kerja sesuai dengan standar yang berlaku
  4. Selalu mendayagunakan disiplin
  5. Mampu melaksanakan & menjaga kredibilitas ketika dilimpahkakn wewenang oleh atasannya.
  6. Untuk itu adapun kode-kode etik yang harus dimiliki oleh engineer yaitu sbb:
  1. menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara terbuka

fatktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan;

  1. menghindari konflik interes nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin, dan membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul; akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia; menolak sogokan dalam segala bentuknya;
  2. mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan konsekuensinya;
  3. menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami;
  4. memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan;
  5. berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau maksud jahat;
  6. embatu rekan sejawat dan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Makalah Sofskil tentang UUD SOP

DASAR HUKUM UNDANG UNDANG TENTAG SOP

  1. Undang- UndangNomor 28 Tahun 1999 Tentangpenyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Koropsi, Kolusi dan Nepotisme ( Lembaran Negara Ripublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
  2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4265);
  3. Undang – Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi   Informasi Publik  ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
  4. Undang – Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
  5. Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 188.45 / 432 / Dishubkominfo / 2012
    Tentang Pembentukan Organisasi Pengelola Informasi Dan Dokumentasi Kabupaten Tanah Bumbu
  6. Renstra Bidang Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu 2010 – 2014.

RANCANGAN KEPUTUSAN BUPATI

Untuk pembentukan Keputusan Bupati perlu dilakukan melalui SOP sebagai berikut :

  1. Keputusan Bupati diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banjar;
  2. Rancangan Keputusan Bupati disusun dalam Draft yang dirumuskan oleh SKPD penggagas sesuai bidang tugas dan materi yang akan ditetapkan;
  3. Draft Keputusan Bupati disampaikan Kepada Bupati Banjar melalui Bagian Hukum Setda Kab. Banjar disertai surat pengantar yang ditandatangani oleh Kepala SKPD;
  4. Draft Keputusan Bupati yang diusulkan diagendakan dalam surat masuk oleh Petugas Bagian Hukum distempel kolom legal drafting (5 Menit);
  5. Staf penelaah dan pengoreksi Bagian Hukum Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 1 hari kerja);
  6. Kasubag Peraturan perundang-Undangan Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 1 hari kerja);
  7. Kabag Hukum Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 1 hari kerja);
  8. Setelah dilakukan Pengoreksian dan Pengkajian, Rancangan Keputusan Bupati disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar melalui Asisten yang membidangi sesuai dengan bidang tugas dan materi Keputusan Bupati dengan disertai catatan terlampir;
  9. Sekretaris Daerah memberikan saran dan pertimbangan kepada Bupati melalui Nota Pengajuan Konsep Naskah Dinas;
  10. Rancangan Keputusan Bupati diturunkan kembali ke Bagian Hukum yang selanjutnya diteruskan kepada SKPD Penggagas untuk disempurnakan sesuai dengan saran dan pertimbangan dari pejabat terkait;
  11. SKPD melakukan perbaikan catatan koreksi dan selanjutnya Naskah finalisasi dicetak Rangkap 3 (tiga) diparaf oleh kepala SKPD dan disampaikan kembali ke Bagian hukum;
  12. Paraf Koordinasi Rancangan Peraturan Bupati  dilakukan oleh Kepala SKPD, selanjutnya oleh Kabag Hukum, selanjutnya oleh Asisten yang membidangi dan paraf oleh Sekretaris Daerah seterusnya akan diserahkan pada Bupati untuk penandatanganan. (1 hari);
  13. Keputusan Bupati  tersebut resmi diberlakukan di Wilayah Kabupaten Banjar dan serahkan pada SKPD 1 (satu) rangkap.

RANCANGAN PERATURAN BUPATI

Untuk pembentukan Peraturan Bupati perlu dilakukan melalui SOP sebagai berikut :

  1. Rancangan Peraturan Bupati diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), disusun dalam Draft yang dirumuskan oleh SKPD penggagas sesuai bidang tugas dan materi yang akan ditetapkan;
  2. Draft Raperbup disampaikan Kepada Bupati Banjar melalui Bagian Hukum disertai surat pengantar yang ditandatangani oleh kepala SKPD;
  3. Draft Raperbup yang diusulkan diagendakan dalam buku register koreksi oleh Petugas Bagian Hukum distempel kolom legal drafting (5 Menit);
  4. Staf pelaksana dan pengoreksi Bagian Hukum Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 3 hari kerja);
  5. Kasubag Peraturan perundang-Undangan Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 2 hari kerja);
  6. Kabag Hukum Melakukan Pengoreksian dan pengkajian Terhadap Draft yang diusulkan dan dilakukan paraf (penyelesaian Paling Lama 1 hari kerja);
  7. Setelah dilakukan Pengoreksian dan Pengkajian, Draft dikembalikan kepada SKPD pengusul untuk dilakukan pembahasan dengan Satuan Kerja Terkait sesuai dengan Materi yang akan diatur (finalisasi Draft Raperbup);
  8. SKPD Pengusul Raperbup melakukan pencatatan terhadap saran dan masukan hasil kesepakatan peserta rapat dan sekaligus menyempurnakan Draft Raperda yang selanjutnya disampaikan kembali ke Bagian Hukum, dan selanjutnya SKPD melalui Koordinasi dengan Bagian Hukum akan melaksanakan Sosialisasi Raperda tersebut dengan mengundang Stake Holder / Pemangku Kepentingan dan SKPD terkait (1 Hari);
  9. Bagian Hukum selanjutnya mempersiapkan Raperbup dan surat Pengantar yang akan ditandatangani Bupati. Raperbup disampaikan ke Sekretaris Daerah melalui Asisten Sekda bidang terkait untuk mendapatkan saran dan pertimbangan;
  10. Dalam rangka Pembinaan dan Pengawasan terhadap Kebijakan Daerah Raperbup dapat disampaikan Kepada Gubernur untuk mendapatkan pengoreksian, pengkajian dan evaluasi;
  11. Setelah hasil evaluasi dan atau klarifikasi Raperbup dari Gubernur diterima oleh bagian hukum, maka dilakukan perbaikan sesuai hasil evaluasi, selanjutnya Naskah dicetak rangkap 3 (tiga) akan dilakukan penetapan oleh Bupati Banjar dan penerbitan dalam Berita Daerah oleh Sekretarias Daerah;
  12. Paraf Koordinasi Raperbup dilakukan oleh Kepala SKPD, selanjutnya oleh Kabag Hukum, selanjutnya oleh Asisten yang membidangi dan paraf oleh Sekretaris Daerah seterusnya akan diserahkan pada Bupati untuk penandatanganan. (1 hari).
  13. Setelah Bupati dan Sekretaris Daerah membubuhkan tandatangan selanjutnya Raperda tersebut diterbitkan dalam Berita Daerah Kabupaten Banjar dengan pemberian nomor dan tanggal Pengundangannya oleh  Bagian Hukum Setda Kab.Banjar (15 Menit);
  14. Peraturan Bupati tersebut resmi diberlakukan di Wilayah Kabupaten Banjar.

RANCANGAN PERATURAN DAERAH

Dalam Penyusunan Peraturan Daerah Kabupaten Banjar dilakukan melalui SOP sesuai tahapan sebagai berikut :

  1. Rancangan Peraturan Daerah yang akan dibentuk diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);
  2. Usulan dimaksud dalam bentuk Draft yang dirumuskan dan disusun oleh SKPD penggagas sesuai bidang tugas dan materi yang akan ditetapkan disertai dengan Naskah Akademik dan/atau Penjelasan atau Keterangan;
  3. Draft Raperda disampaikan Kepada Sekretaris Daerah melalui Bagian Hukum disertai surat pengantar yang ditandatangani oleh kepala SKPD;
  4. Draft Raperda yang diusulkan diagendakan dalam buku register koreksi oleh Petugas Bagian Hukum distempel kolom legal drafting setelah disampaikan kepada kepala Bagian Hukum untuk diproses lebih lanjut (5 Menit)
  5. Draft Raperda yang diusulkan adalah termasuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) yang telah ditetapkan dalam Keputusan DPRD Kabupaten Banjar.
  6. Terhadap draf raperda yang disampaikan dilakukan pengoreksian dan pengkajian secara berjenjang dari pelaksana yang menangani perundang-undangan, Kasubbag Peraturan Perundang-undangan dan Kepala Bagian Hukum untuk mendapatkan paraf dengan rincian :

Penyelesaian oleh pelaksana 3 (tiga) hari ;

Penyelesaian Kasubbag Peraturan Perundang-undangan 2 (dua) Hari;

Penyelesaian Kepala Bagian Hukum 1 (satu) hari.

  1. Bagian Hukum melakukan rapat koordinasi internal terhadap hasil pengoreksian dan pengkajian terhadap Draft yang diusulkan. (penyelesaian paling lama 1 hari kerja);
  2. Setelah dilakukan pengoreksian dan pengkajian, Draft dikembalikan kepada SKPD pengusul untuk dilakukan pembahasan dengan Satuan Kerja terkait sesuai dengan materi yang akan diatur (finalisasi Draft Raperda);
  3. SKPD pengusul Raperda melakukan pencatatan terhadap saran dan masukan hasil kesepakatan peserta rapat dan sekaligus menyempurnakan Draft Raperda yang selanjutnya disampaikan kembali ke Bagian Hukum, dan selanjutnya SKPD melalui Koordinasi dengan Bagian Hukum akan melaksanakan Sosialisasi Raperda tersebut dengan mengundang Stake Holder / Pemangku Kepentingan dan SKPD terkait (1 Hari);
  4. Dalam rangka Pembinaan dan Pengawasan terhadap Kebijakan Daerah Raperda dapat disampaikan Kepada Gubernur untuk mendapatkan pertimbangan, setelah dilakukan koreksi, kajian dan pertimbangan dari gubernur, Bagian Hukum selanjutnya mempersiapkan Raperda dan surat Pengantar yang akan ditandatangani Bupati. Raperda disampaikan ke sekda Kab. Banjar melalui Asisten Sekda Bidang terkait untuk mendapatkan saran dan pertimbangan.
  5. Jika terdapat saran dan pertimbangan dari pejabat diatas Raperda dikembalikan ke Bagian Hukum untuk disempurnakan dan kemudian disampaikan ke Bupati dengan melampirkan Nota pertimbangan Sekda.
  6. Sebelum Raperda disampaikan oleh Bupati dalam Rapat Paripurna DPRD yang telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah DPRD Kab. Banjar, terlebih dahulu Raperda dibahas bersama antara pihak eksekutif dan Badan Legislasi DPRD dalam Rapat Resmi Banleg yang telah ditentukan oleh Banmus DPRD.
  7. Jika terdapat saran, pertimbangan dan masukan yang berkembang dalam Rapat Banleg dengan Pihak eksekutif untuk penyempurnaan Raperda tersebut oleh Bagian Hukum dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan.
  8. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sebelum dilaksanakan Rapat Paripurna Penyampaian Raperda, pada hari yang telah ditentukan dalam Rapat Banmus DPRD, Bagian Hukum menyampaikan Foto Kopi Rancangan Raperda sebanyak 41 eksemplar ke DPRD kab. Banjar melalui Sekretariat DPRD yang disampaikan dengan Surat Pengantar yang ditandatangani Bupati (1 Hari).
  9. Tahapan Pembahasan di DPRD Kabupaten Banjar akan dijadwalkan dalam Rapat Badan Musyawarah untuk ditentukan Tahapan Pembahasan selanjutnya. (Waktu sesuai Jadwal Banmus)
  10. Proses Tahapan Pembahasan Raperda yang telah disetujui oleh DPRD dalam Satu Keputusan DPRD disampaikan pada Bagian Hukum dengan disertai Risalah Rapat yang telah dihimpun. Sebelumnya Sekretariat DPRD akan melakukan perbaikan substansi materi yang mengalami perubahan setelah pembahasan di DPRD.
  11. Membuat Surat Pengantar Evaluasi / Klarifikasi Raperda untuk disampaikan ke Gubernur Kalimantan Selatan melalui Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel, Surat Pengantar ditandatangani oleh Bupati Banjar (1 Hari);
  12. Bagian Hukum selanjutnya akan menyampaikan Raperda pada Gubernur Kalimantan selatan melalui Surat Pengantar. untuk perda yang berkaitan dengan APBD, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Perda Tata ruangharus dilakukan proses Evaluasi ke Gubernur paling lama 7 (tujuh) hari setelah Surat Keputusan Persetujuan DPRD Kab. Banjar diterima.
  13. Penyampaian ke Gubernur untuk Perda-Perda lainnya diluar Ketentuan angka 18 (delapan belas) agar dilakukan evaluasi atau diklarifikasi paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal Persetujuan DPRD Kab. Banjar.
  14. Setelah hasil evaluasi dan atau klarifikasi Raperda dari Gubernur diterima oleh bagian hukum, maka dilakukan perbaikan sesuai hasil evaluasi, selanjutnya Naskah dicetak rangkap 4 (empat) akan dilakukan penetapan oleh Bupati Banjar dan penerbitan dalam Berita Daerah oleh Sekretaris Daerah;
  15. Paraf Koordinasi Raperda dilakukan oleh Kepala SKPD, selanjutnya oleh Kabag Hukum, selanjutnya oleh Asisten yang membidangi dan paraf oleh Sekretaris Daerah seterusnya akan diserahkan pada Bupati untuk penandatanganan (1 hari);
  16. Setelah Bupati dan Sekretaris Daerah membubuhkan tandatangan selanjutnya Raperda tersebut diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banjar dengan pemberian nomor dan tanggal Pengundangannya oleh  Bagian Hukum Setda Kab.Banjar (15 Menit);
  17. Peraturan Daerah tersebut resmi diberlakukan di Wilayah Kabupaten Banjar.
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

makalah sofskil tentang sop

MAKALAH SOP

Definisi  Standar Operasional Prosedur (SOP)

Menurut Syamsi (1994:16), Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan. Sementara itu prosedur perkantoran atau sistem perkantoran diartikan sebagai urutan langkah-langkah (atau pelaksanaan – pelaksanaan pekerjaan), di dalam mana pekerjaan dilakukan dan berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana  melakukannya, dan siapa yang melakukannya (Moekijat, 1989:52).                                               Sedangkan menurut Terry dalam Syamsi (1994:16), Prosedur kerja adalah serangkaian tugas yang saling berkaitan dan yang secara kronologis berurutan dalam rangka menyelesaikan suatu pekerjaan. Maka secara singkat dikatakan bahwa prosedur kerja itu merupakan kegiatan yang harus dilakukan secara berurutan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Menurut Maryati (2007:53), Standar kerja adalah perilaku atau hasil minimum yang diharapkan dapat dicapai oleh seluruh karyawan kantor. Sedangkan menurut Moekijat, (2002:159), standar adalah sesuatu yang dibentuk baik oleh kebiasaan maupun oleh kekuasaan untuk mengukur hal-hal seperti mutu, hasil pelaksanaan pelayanan dari setiap faktor yang dipergunakan dalam manajemen.

Dari pengertian diatas menunjukkan betapa pentingnya suatu standar, di dalam perusahaan standar itu dibuat didalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengukur mutu dan pelaksanaan pelayanan. Menurut Crisyanti (2011) Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan gambaran langkah-langkah kerja (sistem, mekanisme dan tata kerja internal) yang diperlukan dalam pelaksanaan suatu tugas untuk mencapai tujuan instansi pemerintah.

Pengertian Standar Operasional Prosedur lainnya adalah suatu standar/ pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok kerja agar dapat mencapai tujuan organisasi.

SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. Menurut (Atmoko, 2011:2), Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

Sementara itu, Risyanti (2011:203) menyatakan bahwa SOP menjadi relevan karena sebagai tolak ukur dalam menilai efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan dalam melaksanakan program kerjanya. Singkatnya dari pengertian di atas bahwa Standar Operasional Prosedur merupakan pedoman kerja bagi setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional.

Dalam SOP itu biasanya diatur ketentuan-ketentuan umum yang berlaku dalam suatu unit kerja, Sementara itu kinerja atau juga sering di sebut performance adalah sebagai pencapaian hasil atau the degree of accomplishment, pengertian lain bahwa kinerja adalah prestasi kerja, prestasi penyelenggaraan sesuatu (Atmoko, 2011:3).

   

 

 

Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)

  1. Dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja b.  Lebih jelas mengetahui peran dan posisi masing-masing di internal      perusahaan
  2. Memberikan kejelasan mengenai prosedur kerja, dan tanggung jawab dalam proses terkait
  3. Memberikan keterangan mengenai keterkaitan dengan satu proses kerja dengan proses kerja
  4. Meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan
  5. Membantu dalam melakukan evaluasi terhadap setiap proses operasional perusahaan

    Tujuan Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Tujuan SOP adalah menciptakan komitmen mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance.

Tahap Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) 

Menurut (Atmoko, 2009) Tahap penting dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur adalah melakukan analisis sistem dan prosedur kerja, analisis tugas, dan melakukan analisis prosedur kerja.

  1. Analisis sistem dan prosedur kerja Analisis sistem dan prosedur kerja adalah kegiatan mengidentifikasikan fungsi-fungsi utama dalam suatu pekerjaan, dan langkahlangkah yang diperlukan dalam melaksanakan fungsi sistem dan prosedur kerja. Sistem adalah kesatuan unsur atau unit yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi sedemikian rupa, sehingga muncul dalambentuk keseluruhan, bekerja, berfungsi atau bergerak secara harmonis yang ditopang oleh sejumlah prosedur yang diperlukan, sedangkan prosedur merupakan urutan kerja atau kegiatan yang terencana untuk menangani pekerjaan yang berulang dengan cara seragam dan terpadu.
  2. Analisis Tugas Analisis tugas merupakan proses manajemen yang merupakan penelaahan yang mendalam dan teratur terhadap suatu pekerjaan, karena itu analisa tugas diperlukan dalam setiap perencanaan dan perbaikan organisasi. Analisa tugas diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai pekerjaan, sifat pekerjaan, syarat pejabat, dan tanggung jawab pejabatnya. Di bidang manajemen dikenal sedikitnya ada 5 (lima) aspek yang berkaitan langsung dengan analisis tugas, yaitu:

1)   Analisa tugas, merupakan penghimpunan informasi dengan sistematis dan penetapan seluruh unsur yang tercakup dalam pelaksanaan tugas khusus.

2)   Deskripsi tugas, merupakan garis besar data informasi yang dihimpun dari analisa tugas, disajikan dalam bentuk terorganisasi yang mengidentifikasikan dan menjelaskan isi tugas atau jabatan tertentu. Deskripsi tugas harus disusun berdasarkan fungsi atau posisi, bukan individual; merupakan dokumen umum apabila terdapat sejumlah personel  memiliki fungsi yang sama dan mengidentifikasikan individual dan persyaratan kualifikasi untuk mereka serta harus dipastikan bahwa mereka memahami dan menyetujui terhadap wewenang dan tanggung jawab yang didefinisikan itu.

3)   Spesifikasi tugas berisi catatan-catatan terperinci mengenai kemampuan pekerja untuk tugas spesifik.

4)  Penilaian tugas, berupa prosedur penggolongan dan penentuan kualitas tugas untuk menetapkan serangkaian nilai moneter untuk setiap tugas spesifik dalam hubungannya dengan tugas lain.

5)   Pengukuran kerja dan penentuan standar tugas merupakan prosedur penetapan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas dan menetapkan ukuran yang dipergunakan untuk menghitung tingkat pelaksanaan pekerjaan. Melalui analisa tugas ini, maka tugas-tugas dapat dibakukan, sehingga dapat dibuat pelaksanaan tugas yang baku. Setidaknya ada dua manfaat analisis tugas dalam penyusunan standar operasional prosedur yaitu membuat penggolongan pekerjaan yang direncanakan dan dilaksanakan serta menetapkan hubungan kerja dengan sistematis.

  1. Analisis prosedur kerja Analisis prosedur kerja adalah kegiatan untuk mengidentifikasi urutan langkah-langkah pekerjaan yang berhubungan apa yang dilakukan, bagaimana hal tersebut dilakukan, bilamana hal tersebut dilakukan, dimana hal tersebut dilakukan, dan siapa yang melakukannya. Prosedur diperoleh dengan merencanakan terlebih dahulu bermacammacam langkah yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan. Dengan demikian prosedur kerja dapat dirumuskan sebagai serangkaian langkah pekerjaan yang berhubungan, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang, yang membentuk suatu cara tertentu dan dianggap baik untuk melakukan suatu keseluruhan tahap yang penting. Analisis terhadap prosedur kerja akan menghasilkan suatu diagram alur (flow chart) dari aktivitas organisasi dan menentukan hal-hal kritis yang akan mempengaruhi keberhasilan organisasi. Aktivitas-aktivitas kritis ini perlu didokumentasikan dalam bentuk prosedur prosedur dan selanjutnya memastikan bahwa fungsi-fungsi dan aktivitas itu dikendalikan oleh prosedur-prosedur kerja yang telah distandarisasikan. Prosedur kerja merupakan salah satu komponen penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi, sebab prosedur memberikan beberapa keuntungan antara lain memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan; mengakibatkan penghematan dalam biaya tetap dan biaya tambahan; dan membuat koordinasi yang lebih baik di antara bagianbagian yang berlainan. Dalam menyusun suatu prosedur kerja, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu :
  2. Prosedur kerja harus sederhana sehingga mengurangi beban pengawasan;
  3. Spesialisasi harus dipergunakan sebaikbaiknya;
  4. Pencegahan penulisan, gerakan dan usaha yang tidak perlu;
  5. Berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-baiknya;
  6. Mencegah kekembaran (duplikasi) pekerjaan;
  7. Harus ada pengecualian yang seminimun-minimunya terhadap peraturan.
  8. Mencegah adanya pemeriksaan yang tidak perlu;
  9. Prosedur harus fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah;
  10. Pembagian tugas tepat;
  11. Memberikan pengawasan yang terus menerus atas pekerjaan yang dilakukan.

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

Standar operasional prosedur sebagai alat penilaian kinerja berorientasi pada penilaian kinerja internal kelembagaan, terutama dalam hal kejelasan proses kerja di lingkungan organisasi termasuk kejelasan unit kerja yang bertanggungjawab, tercapainya kelancaran kegiatan operasional dan terwujudnya koordinasi, fasilitasi dan pengendalian yang meminimalisir tumpang tindih proses kegiatan di lingkungan sub-sub bagian dalam organisasi yang bersangkutan. Standar operasional prosedur berbeda dengan pengendalian program yang lebih diorientasikan pada penilaian pelaksanaan dan pencapaian outcome dari suatu program/kegiatan.

Namun keduanya saling berkaitan karena standar operasional prosedur merupakan acuan bagi aparat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya termasuk dalam pelaksanaan kegiatan program.

Karena SOP merupakan panduan berkerja semua orang dalam organisasi dan sebagai alat penting untuk melihat rekam jejak mereka dalam berkerja, maka sepatutnya pihak manajemen organisasi menyiapkan SOP dan mengevaluasi pemakaianya dari waktu kewktu untuk mendapatkan efektifitas dan efisiensi kerja pada tingkat yang maksimal.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar