tugas sofskil 2

 

 

PABRIK TAHU

 Deskripsi Perusahaan.

Pabrik tahu yang beralamatkan di jalan Vinus IV RT. 005/007 Margahayu, Bekasi Timur.  didirikan oleh Bapak Haris, pada tahun 1991, beliau sebagai pemilik modal sekaligus Pim pinan pabrik tahu tersebut. Tujuan utama didirikan usaha ini adalah untuk penghasilan keluarga selain dipandang mempunyai prospek ke depan yang baik, karena hasil industri ini juga dapat diterima di semua lapisan masyarakat. Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha makanan yang memproduksi berbagai jenis tahu antara lain, tahu putih, tahu kuning dan tahu pong.
Hal ini dilakukan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan dibantu beberapa karyawan, saat ini pabrik tahu tersebut tetap bertahan dan berkembang untuk memajukan usahanya. Hal ini terbukti dengan banyaknya konsumen untuk memilih dan membeli tahu yang diproduksi industri ini.

 

Metode Pengolahan Tahu

  

FINISHES.PAINTING.PAINT.BLACK.FLAKING

 Gambar 2.1 Flowchart Proses Pembuatan Tahu

 

 Penjelasan FlowChart Proses Pembuatan Tahu

Pencucian dan perendaman kedelai adalah proses mencuci kedelai sampai bersih, dan merendam kedelai selama kurang lebih 3 – 4 jam, atau sampai kedelai mengembang. Proses penggilingan kedelai adalah proses menggiling kedelai yang sudah mengembang hingga menjadi bubur dan siap untuk di rebus.

Proses pemasakan bubur kedelai adalah proses memasak (merebus) bubur kedelai yang telah digiling sampai halus yang dicampur dengan air yang mendidih dengan cara diaduk-aduk terus sampai warna bubur kedelai berubah menjadi kuning agak pucat. Proses ini memerlukan waktu kurang lebih satu jam.

Proses penyaringan sari tahu adalah proses menyaring bubur kedelai yang sudah berwarna kuning agak pucat untuk dipisahkan dari ampasnya. Bubur kedelai yang sudah dipisah dari ampasnya kemudian ditambah cuka (larutan biang) dan di aduk hingga terbentuk endapan atau menggumpal, dan diamkan selama 15 menit, kemudian disaring.

Tahap pencetakan tahu adalah proses memisahkan air sisa penggumpalan dalam sari kedelai yang sudah mengental, kemudian dicetak dan ditempatkan pada cetakan yang terbuat dari papan dengan ukuran 40 x 70 cm. Pada cetakan dialasi kain kasa dimasukkan sari kedelai, hal ini bertujuan agar tahu rapi dan tidak tercecer.
Kemudian papan pengepres diletakkan menutupi cetakan dengan batu pemberat selama 5 – 10 menit. Proses pemotongan tahu adalah proses  mengangkat sari tahu dari cetakan bila sari tahu sudah terbentuk padat, kemudian balik sari tahu dari papan cetakan ke ancak yang terbuat dari bambu, ambil kain kasanya dan potong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk tahu putih tidak perlu direbus lagi, sedangkan untuk tahu kuning direbus lagi dengan perasan air kunyit dan garam agar warna kuning.

 Dampak Positif dan Negatif

Dalam kurun waktu beberapa tahun ini masyarakat di Margahayu  khususnya di daerah sekitar industri tahu banyak memberikan respon terhadap aktivitas produksi tahu tersebut, baik respon positif maupun respon negative.

Dampak positif limbah yang dihasilkan pabrik tahu berupa kulit kedelai, ampas dan air tahu masih dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dan abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas tahu. Selain itu, limbah cair tapioka juga dapat diolah menjadi nata de cassava dan limbah air kelapa dapat diolah menjadi nata de coco. Limbah berupa sayur-sayuran dan sisa bahan yang tidak termasak, bisa diolah menjadi pelet. Beberapa di antaranya bisa diolah menjadi kompos dengan proses fermentasi dan pencampuran pupuk organik.

Dampak negatif limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.

 Penanggulangan

 Sebagian besar industri tahu membuang  limbahnya ke perairan macam polutan yang  di hasilkan mungkin berupa polutanorganic (berbau busuk), polutan anorganik (berbau dan berwarna). Pemerintah menetapkan  tata aturan untuk mengendalikan pencemaran air untuk limbah industri, karena limbah dari industri tahu mengandung polutan organik dan  anorganik, maka air limbah tersebut tidak bisa langsung di buang ke sungai, tetapi harus diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran.

Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang limbah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan – peraturan yang diterapkan di lingkungan masing – masing secara konsekuen. Limbah industri hendaknya dibuang pada wadah yang telah di sediakan. Masyarakat di sekitar sungai perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan perlu memahami mengenai pemanfaatan sungai,  agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan limbah. Peraturan  pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman.

Limbah Industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah, dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bisa di alirkan ke sungai. Dengan demikian akan tercipta sungai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis.

 ANALISIS

Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang poluler. Selain rasanya enak,harga murah dan nilai gizi yang tinggi. Bahan makanan ini diolah dari kacang kedelai. Meskipun berharga murah dan bentuknya sederhana,ternyata tahu mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil studi menunjukkan bahwa tahu kaya akan protein bermutu tinggi,tinggi sifat komplementasi proteinnya,ideal untuk makanan diet,rendah kandungan lemak jenuh dan bebas kolesterol. Menurut analis kami,dalam proses pembuatan tahu ini sangat dipengaruhi oleh suhu. Tujuan pemanasan tersebut untuk menghilangakan bau kedelai.

Agar proses penyaringan dapat menjadi lebih baik. Pemanasan juga berpengaruh terhadap kandungan proteinnya. Pengaruh panas dapat menyebabkan kerusakan protein,sehingga harus dilakukkan dengan hati-hati.

Penggilingan dengan air dingin menyebabkan bau khas kedelai tidak hilang,sehingga tahu kurang disukai. Dan apabila salah sedikit dalam pengaturan suhu dalam pembuatannya,maka tahu akan rusak dan mengalami kerugian. Selain itu peralatan yang masih terlihat kotor dan jorok. Memungkinkan pula calon konsumen melihat proses pembuatannya,konsumen akan berfikir ulang untuk membeli produk tersebut.Limbah ampas yang dihasilkan olehpabrik tahu memang tidak membahayakan bagi manusia namun bau yang dikeluarkan oleh limbah sangat menyengat dan tidak sedap. Apabila pabrik tahu tersebut sangat dekat dengan pemukiman mungkin bau dari limbah tersebut sangat menganggu masyarakat.

 Analisis Ekonomi

            Analisis ekonomi industri tahu pada buku ini menggunakan asumsi skala rumah tangga dengan kapasitas produksi 50 Kg per hari. Harga bahan baku kedelai yang digunakan Rp.6.000 per Kg. Jumlah tenaga kerja 4 orang. Pemasaran sudah berjalan dengan harga jual Rp.5000 per Kg tahu.

1). Perhitungan Biaya Produksi Per Tahun

  1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
No Biaya Tetap (Fixed Cost) Jumlah
1 Gaji karyawan 12 bulan ( 12 x Rp.2.800.000,-) Rp. 36.000.000
2 Sewa tempat Rp.   2.000.000
3 Penyusutan alat (12 %) Rp.      345.000
Total biaya tetap Rp. 38.345.000
  1. Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)                          
No Biaya Tetap Biaya Per Bulan Biaya Per Tahun
1 Bahan baku kedelai 1300 Kg x Rp. 6000 Rp. 7.800.000 Rp. 93.600.000
2 Asam cuka @ Rp.12.500 x 20 liter Rp.    250.000 Rp.   3.000.000
3 Bahan bakar kayu Rp.    350.000 Rp.   4.250.000
4 Sarana Air Rp.    100.000 Rp.    1.200.000
5 Sarana Listrik Rp.    100.000 Rp.    1.200.000
Total Variable Cost Rp.8.600.000 Rp.103.200.000

                                                                      

Total Biaya Produksi per thn              = Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap

                                                              = Rp.141.545.000

2). Perhitungan Rugi Laba Per Tahun

No Uraian Per Bulan Per Tahun
1 Hasil Penjualan @ Rp. 5000 per Kg x 3250 Kg per bulan Rp.16.250.000 Rp. 195.000.000
2 Biaya Produksi Rp.11.795.000 Rp.141.545.000
Penghasilan kotor (tanpa memperhitungkan pajak) Rp.  4.454.500 Rp.  53.455.000

4). Perhitungan Batas Rugi / BEP dalam quantity produk

= 16.372 Kg per tahun

= 1.364 Kg per bulan

= 545,6 Kg bahan baku per bulan

= 21 Kg bahan baku per hari

5). Gross Benefit Cost Ratio

 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

Dalam kurun waktu beberapa tahun ini masyarakat di Margahayu  khususnya di daerah sekitar industri tahu banyak memberikan respon terhadap aktivitas produksi tahu tersebut, baik respon positif maupun respon negative.

Dampak positif limbah yang dihasilkan pabrik tahu berupa kulit kedelai, ampas dan air tahu masih dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dan abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas tahu. Selain itu, limbah cair tapioka juga dapat diolah menjadi nata de cassava dan limbah air kelapa dapat diolah menjadi nata de coco. Limbah berupa sayur-sayuran dan sisa bahan yang tidak termasak, bisa diolah menjadi pelet. Beberapa di antaranya bisa diolah menjadi kompos dengan proses fermentasi dan pencampuran pupuk organik.

Dampak negatif limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.

Saran

Sebagian besar industri tahu membuang  limbahnya ke perairan macam polutan yang  di hasilkan mungkin berupa polutan organic (berbau busuk), polutan anorganik (berbau dan berwarna). Pemerintah menetapkan  tata aturan untuk mengendalikan pencemaran air untuk limbah industri, karena limbah dari industri tahu mengandung polutan organik dan  anorganik, maka air limbah tersebut tidak bisa langsung di buang ke sungai, tetapi harus diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran.

Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang limbah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan – peraturan yang diterapkan di lingkungan masing – masing secara konsekuen. Limbah industri hendaknya dibuang pada wadah yang telah di sediakan. Masyarakat di sekitar sungai perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan perlu memahami mengenai pemanfaatan sungai,  agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan limbah. Peraturan  pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman.

Tentang danielsnokerr36

saya orng'a Asik :P itu aja dehh dlu ya :D
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s